Houston News Buzz

collapse
Home / Daily News Analysis / Berikut Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Keponakan Prabowo

Berikut Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Keponakan Prabowo

Nov 02, 2026  Twila Rosenbaum 2 views
Berikut Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Keponakan Prabowo

Penunjukan Rahayu Saraswati di Victoria Care

Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Victoria Care Tbk (VICI). Dalam struktur perseroan, ia menduduki posisi Wakil Komisaris Utama. Penunjukan itu menjadikan anggota DPR RI sekaligus keponakan Presiden RI Prabowo Subianto ini sebagai salah satu nama yang duduk di jajaran pengawasan perusahaan manufaktur dan distribusi barang konsumsi bidang kosmetik dan perawatan diri tersebut.

  • Nama lengkap: Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo.
  • Posisi baru: Wakil Komisaris Utama PT Victoria Care Tbk (VICI).
  • Hubungan keluarga: keponakan Presiden RI Prabowo Subianto dan anak Hashim Djojohadikusumo.
  • Status politik: anggota DPR RI periode 2024-2029.
  • Mekanisme penunjukan: RUPSLB dan keterbukaan informasi BEI.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penunjukan Rahayu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Agenda itu tercatat digelar pada Kamis (29/10/2026). Dalam RUPSLB tersebut, perseroan juga menetapkan perubahan susunan komisaris, termasuk pengangkatan Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi sebagai komisaris independen.

Victoria Care dikenal sebagai perseroan yang bergerak di sektor produk perawatan rumah tangga dan kosmetik. Dalam keterangan lain, perusahaan itu disebut sebagai manufaktur dan distributor barang konsumsi untuk kategori kosmetik dan perawatan diri. Masuknya Rahayu ke jajaran komisaris menambah daftar peran publik dan korporasi yang pernah dijalani perempuan kelahiran Jakarta tersebut.

Profil singkat Rahayu Saraswati

Rahayu Saraswati merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto. Dengan demikian, ia adalah keponakan Prabowo yang kini menjabat sebagai Presiden RI. Latar keluarga itu membuat namanya kerap menjadi perhatian publik, terutama ketika ia mengambil peran di dunia politik, media, dan bisnis.

Ia lahir di Jakarta pada 1986. Pendidikan menengahnya ditempuh di College Du Leman International School di Swiss dan selesai pada 2003. Setelah itu, Rahayu semula mengejar karier di dunia bisnis. Sebagai anak pengusaha kondang, ia ditempatkan di sejumlah unit usaha yang berada di bawah payung Arsari Group.

Pada periode 2008-2014, Rahayu menduduki posisi di dua anak perusahaan Arsari Group. Ia ditunjuk sebagai Direktur PT Arsari Duta Semesta dan Komisaris PT Arsari Putra Indonesia. Pengalaman itu menjadi bagian awal perjalanannya di dunia korporasi sebelum kemudian terjun ke media, film, dan politik.

Jejak karier di Arsari Group dan media

Pada 2009, Rahayu ditunjuk sebagai Direktur PT Arsari Media Internasional. Perusahaan itu merupakan anak usaha Arsari Group yang menaungi lini usaha bidang penyiaran dan konten digital. Dari posisi tersebut, jalannya di dunia pertelevisian mulai terbuka.

Pada 2010, ia bergabung dengan Metro TV sebagai co-host acara ‘Talk Indonesia’. Pengalaman sebagai presenter dan figur publik memperluas jejaring Rahayu di industri media. Tidak hanya di belakang layar sebagai eksekutif, ia juga tampil di depan kamera dan berinteraksi dengan berbagai narasumber.

Pertalian dengan dunia media kemudian membawanya berkiprah di industri hiburan, khususnya produksi film layar lebar. Rahayu tercatat pernah ikut berperan dalam sejumlah film, seperti Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), Hati Merdeka (2011), hingga Dream Obama (2013). Keterlibatan itu menunjukkan minatnya pada sektor kreatif yang saat itu sedang berkembang.

Pada 2013, Rahayu juga tercatat sebagai Direktur The Legacy Pictures Pte. Ltd. Entitas ini merupakan perusahaan pembiayaan dan rumah produksi film. Legacy Pictures disebut berada di balik sejumlah film populer, termasuk Kapan Kawin? (2015) dan Gundala (2019). Peran tersebut memperlihatkan bahwa karier Rahayu tidak tunggal, melainkan bergerak di beberapa sektor sekaligus.

Awal keterlibatan di dunia politik

Sebelum jauh mengejar karier di industri media dan perfilman, Rahayu telah terlibat aktif dalam politik. Keterlibatan itu terjadi ketika pamannya, Prabowo Subianto, membentuk Partai Gerindra pada 2008. Saat itu, Rahayu tidak langsung bergabung sebagai kader partai, tetapi aktif dalam organisasi sayap partai, Satuan Relawan Indonesia Raya.

Ia menjadi wakil ketua organisasi tersebut pada 2008-2009. Posisi itu menjadi pintu masuknya ke dunia politik praktis. Setelah tahun 2013, Rahayu tampak memfokuskan kariernya di bidang politik. Ia bergabung dengan Gerindra sebagai kader untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2014.

Pada Pemilu 2014, Rahayu mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah IV. Ia berhasil terpilih dan menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Kemenangan itu menandai transisi perannya dari eksekutif bisnis dan figur media menjadi legislator.

Karier legislatif dan isu sosial

Selama menjadi anggota legislatif, Rahayu dikenal banyak terlibat dalam berbagai isu sosial. Pada 2018, ia menjadi Ketua Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang. Pada 2019, ia juga tercatat sebagai Pembina Yayasan Peduli Down Syndrome Indonesia. Keterlibatan itu memperluas citranya sebagai figur yang aktif di isu kemanusiaan dan sosial.

Setelah menyelesaikan masa jabatan pada 2019, Rahayu sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI untuk kali kedua dalam pemilu tahun tersebut. Namun, ia gagal memperoleh cukup suara ketika mencalonkan diri dari daerah pemilihan Jakarta III. Kekalahan itu tidak mengakhiri perjalanan politiknya.

Rahayu kemudian kembali menjabat sebagai anggota DPR RI pada 2024. Kala itu ia kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR dalam pemilu dan berhasil menghimpun suara yang cukup untuk membawanya ke Senayan. Ia pun kembali masuk ke lingkungan legislatif dengan status anggota dewan periode 2024-2029.

Akan tetapi, pada September 2025, Rahayu mengajukan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR RI. Saat itu, Indonesia tengah dilanda gelombang aksi protes sejak Agustus dan DPR RI merupakan salah satu lembaga yang paling disorot. Hanya saja, pengunduran diri itu ditolak oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Hal ini membuat statusnya sebagai anggota dewan periode 2024-2029 tetap berlaku.

Latar keluarga dan posisi di Victoria Care

Sebagai keponakan Prabowo dan anak Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati berada di persimpangan antara dunia politik, bisnis, dan publik. Nama keluarganya memiliki pengaruh besar dalam dinamika nasional. Karena itu, setiap posisi yang diambilnya, termasuk di jajaran komisaris perusahaan terbuka, tidak bisa dilepaskan dari perhatian publik.

Penunjukan Rahayu sebagai Wakil Komisaris Utama VICI terjadi beriringan dengan pengangkatan Firman Parulian Sitanggang dan Antar M.T. Sianturi dalam jajaran komisaris. Keduanya kini menjabat sebagai komisaris independen pada perseroan tersebut. Perubahan susunan itu tercatat melalui mekanisme RUPSLB dan keterbukaan informasi BEI.

Victoria Care sendiri merupakan perseroan manufaktur dan distribusi barang konsumsi bidang kosmetik dan perawatan diri. Perusahaan ini memiliki lini produk yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan posisi baru Rahayu, publik akan mencermati bagaimana fungsi pengawasan dijalankan, terutama karena ia juga masih tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.

Penunjukan itu melengkapi perjalanan karier Rahayu yang telah melewati beberapa fase: sebagai eksekutif di Arsari Group, presenter televisi, pemain film, produser melalui Legacy Pictures, kader Gerindra, anggota DPR RI, hingga kini wakil komisaris utama sebuah perusahaan terbuka. Setiap fase memperlihatkan perpindahan peran yang berbeda, tetapi tetap terhubung dengan jaringan keluarga, bisnis, dan politik yang melingkupinya.

Dalam catatan keterbukaan informasi, Rahayu kini tercatat sebagai Wakil Komisaris Utama VICI. Penunjukan itu menjadi bagian dari perubahan susunan komisaris perseroan dan menambah panjang daftar pejabat publik yang juga memiliki peran di dunia korporasi.


Source:Lingkar News


Share:

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy